Kamis, 17 Mei 2012

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sehat itu mahal jendral! Sebelumnya saya mau berterimakasih untuk kalian yang mungkin membaca tulisan saya sebelum ini dan ikut mendoakan. Berita baiknya adalah hasil rontgen siang tadi menyatakan tidak adanya tanda-tanda gigi tumbuh miring dan ga perlu pake acara operasi, karena sakit gigi kemarin hanya akibat sariawan belaka.Yaaaay! Berita buruknya adalah baru kali ini saya sariawan sampai bikin radang tenggorokan dan kayak mau meninggal rasa-rasanya. Yagitudeh, serem pokoknya. Seperti ada dementor lewat muter-muter di atas kepala yang bisa kapan aja nyedot kebahagiaan dari dunia yang fana ini.

Oke semua juga tau kalo sakit itu ga enak. Iya, sesungguhnya nikmat sehat itu tiada duanya, begitupun nikmat punya pacar. Hmm sedih agaknya kalau lagi sakit gini terus jauh dari rumah terus pengen manja-manja gatau mau manja ama siapa. Temen kosan juga sibuk masing-masing, temen kampus apalagi. Long weekend pula. Sedih.

Eh tapi saya salut loh sama RSGM UGM walaupun tanggal merah tapi tetep buka, hehe walaupun yang jaga mukanya pada cemberut. Tapi saya jadi sadar ternyata emang orang yang kerjanya melayani kesehatan masyarakat itu bener-bener harus diberi apresiasi setinggi gunung menjulang berpayung awan oh indah pemandangan. #nyanyik. Mereka dengan baiknya melayani pasien di tanggal merah seperti saya ini. Dan ada enaknya loh ternyata jadi pasien di tanggal merah, ngantrinya ga lama, pasiennya juga dikit banget bahkan saya satu-satunya orang yang ada di ruang tunggu tadi.

Nah kan di balik kesakitan pasti ada kenikmatan tauk gais, terus kalo udah sakit bawaannya pengen istighfar melulu. Cobaan nih, ketauan waktu lagi sehat suka kurang bersyukur. hehehe. Saya iri sama kalian yang bisa makan enak tadi, bahkan sampai sekarang saya menelan air pun susah. Lalu pikiran jalan-jalan kepada ayam lemonnya Pasta Banget, paket attacknya KFC, dan tongseng ayamnya Foodfezt. Seandainya.. Ahh.. sudahlah..

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman)



ibu dinda sarapan roti setangkup
roti dimakannya di atas kasur
sebaik-baiknya orang hidup
janganlah kita lupa bersyukur



Tidak ada komentar:

Posting Komentar